88 Tahun Pramoedya: Panjang Umur Perjuangan!

Image

kretek

Membaca Pram atau Pramoedya Ananta [Mas]toer, kita tahu tentang nilai kemanusiaan ketika berhadapan kekuasaan dan tentang penindasan oleh orang-orang yang hidup senang atas penderitaan orang lain — jika tahu itu semua, maka tahu pulalah kita di mana harus berdiri dan ke mana harus berpihak — inilah kata-kata yang disebut antara penerbit karya Pram.

Sasterawan Indonesia yang lahir pada tarikh ini, 88 tahun yang lepas sudah menghabiskan separuh hidupnya dalam penjara. Sebagai tahanan, itu tidak menahannya daripada terus menulis sehingga menghasilkan lebih 50 karya dan diterjemah ke dalam lebih 42 bahasa asing. Tercalon sebagai penerima Nobel Sastera, sosok ini menulis bukan kerana “harkat manusia tetapi demi kemanusiaan”, seperti digambarkan dalam tetralogi Buru (Bumi Manusia, Anak Semua Bangsa, Jejak Langkah dan Rumah Kaca). Banyak karyanya yang dijadikan berpasangan, misalnya Cerita dari Blora, Perburuan dan Keluarga Gerilya serta Arok Dedes, Arus Balik dan lain-lain. Tetapi ada juga karya yang tidak lengkap seperti Gadis Pantai, kerana bahagian kedua dan ketiga telah dibakar tentera 13 Oktober 1965. Bukan suatu hal yang memeranjatkan kerana Cerita dari Blora juga tidak diizinkan dan dijauhi para santri di Blora. Pram didapati diasingkan negaranya sendiri, kebanyakan hasil karyanya dibakar dan tidak sempat diterbitkan. Namun, Pram yang menulis sebanyak dua lembar satu hari ini masih terus menulis kerana baginya itu adalah pekerjaan keabadian. Dari beliau, kita belajar bahawa “menulis bukan hanya perkara ide dan teknik–tapi juga soal keberanian dan hidup di bumi manusia”.

Itulah antara pesan yang dapat ditarik sosok yang mengagumi Maxim Gorky dan Multatuli iaitu tentang untung nasib dan mujur malang bangsa sendiri. Kalimat-kalimat seperti “Tidak ada sesuatu bangsa bisa dijajah oleh bangsa lain tanpa bantuan bangsa itu sendiri”, “Kalau mati, dengan berani; kalau hidup, dengan berani. Kalau keberanian tidak ada, itulah sebabnya setiap bangsa asing bisa jajah kita.”, “indonesia adalah bangsa budak dan budak dari bangsa-bangsa” adalah upaya untuk membangunkan bangsa dan negaranya. Cita-cita ini dituangkan dalam tulisannya untuk memberi kesedaran. Baginya, pemimpin itu perlulah mampu menyatu bangsa-bangsa yang ada di Indonesia.  Selain mengadu tentang nasib bangsa sendiri, pesan kemanusiaan disampaikannya dengan berkesan sekali. Baginya, “aku tidak melihatmu dari apa yang kamu sembah, tapi seberapa besar dharma-mu kepada sesama”-Dedes.

Beliau meneruskan lagi tentang penindasan yang dihadapi perempuan, terutamanya pada zaman feudal seperti disaksikan Gadis Pantai. Soal gender ini juga dibayangkan dalam karya Calon Arang. Karyanya jauh berbeza dengan novel ‘sastrawangi’ yang konon mendobrak taboo sekitar seks. Dalam bahasa yang sangat sederhana dan jujur, beliau menyatakan laki dan perempuan harus menjadi manusia  bukan budak. Kalaupun disentuh hal yang terlihat sensitif oleh khalayak, Pram mampu mengungkapkannya dengan baik seperti berikut, “Antara perawan dan tak perawan hanya ada saat beberapa detik. Apakah gunanya aku memperhatikannya?”- Pram, Keluarga Gerilya.  Di sini dapat kita lihat, wilayah yang sering direbut dan dikawal laki  itu ialah haknya perempuan yang wajar dihormati yang menurunkan para laki malah para Nabi.

Dari sekian banyak hal yang sempat dicoret di sini, Pramoedya Ananta Toer menulis bukan semata menulis, tetapi kerana ia telah menjadi satu tuntutan. Ini dilakukannya demi kemanusiaan dan kebebasan para buruh dan tani sebagaimana diakuinya dalam Realisme Sosialis dan Sastra Indonesia. Begitu juga halnya bagi penulis, kezaliman harus ditentang, dan itu bukan sahaja di Indonesia, tetapi terlebih lagi di negara sendiri. Penguasa harus diperhatikan, yang sentiasa mengintai kesempatan untuk menguis dan mengguris poket dan hati rakyat.

Untuk itu, sekali lagi, Selamat Panjang Umur Perjuangan!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: