Men-delete Poligami

Karya Gadis Arivia

Sepucuk email tiba dari seorang kolega pengajar di kampus

Ia mengatakan: “aku berpoligami ini takdirku…”
Aku diam…

Ia melanjutkan: “ini lebih baik daripada selingkuh…”
Aku diam…

Ia menegaskan: “toh aku tetap akan menyayangi anak-anakku dan mencintai kedua istriku atau mungkin juga tiga dan empat…”
Aku diam…

Ia memohon: “tolonglah mengerti keadaanku,aku hanya ingin melindungi para janda…”
Aku diam…

Ia menambahkan: “bukan aku seorang diri yang melakukan, anggota parlemen, menteri, kiai, professor dan bahkan teman-teman seperjuangan kita dulu…”
Aku diam…

Ia bersabda: “sesungguhnya laki-laki yang berpoligami hanya menjalankan perintah al-Quran, tidak menyalahi aturan agama, perempuan harus bisa menerima…”
Aku diam…

Ia kalap: “Undang-undang perkahwinan membolehkan, CEDAW tidak ada sanksi, HAM buatan Barat, kesetaraan wacana liberal…!”

Norton Virus memberikan isyarat keras, komputerku kemasukan virus…
delete all virus?
Aku klik delete.

# Apakah ‘hukum’ yang cuba ditetapkan Manjali dan Cakrabirawa tulisan Ayu Utami dalam praktis maupun kepercayaan konvensional–Bagaimana reaksinya akan hal yang tidak boleh diduga pikiran modenis? Dengan nada yang hampir sama, Gadis Arivia menanggapi persoalan poligami ini pula.

One Response

  1. pengaruh yahudi amat kuat. yang halal jadi haram & sebaliknya pulak berlaku.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s