Love, Student Activism and Technology

APTOPIX Indonesia Israel Protest

“The more we use technology, the more we rely on technology, the more we lose ourselves”

“While falling in love involves the gazing of one into another’s eyes and the show of affection through the holding of one’s hand together with kisses and hugs, the advent of the internet led by the popularity of FaceBook has all but diminish any probability of romanticism, passion and lust, bringing forth only what is known as long distance electronic masturbation and mechanical sexual intercourse.”

Kehidupan di kampung sangat tenang. Dikelilingi alam semula jadi dan jauh dari bandar, jauh dari kemudahan teknologi, kita berasa dekat dengan diri kita. Kita bukan sahaja mempunyai masa, dan peluang untuk berfikir, dan bertenang, tetapi dapat mengenali diri kita, kewujudan kita. Ini kerana kita berinteraksi dengan persekitaran. Bertindak dengan keadaan sekeliling. Melalui interaksi dan tindakan dengan dunia dan keadaan sekeliling, semangat dan pemahaman manusia diserlahkan.

Di bandar, dekat dengan teknologi, manusia dan diri kita, menghilangkan diri. Internet umpamanya diisytiharkan sebagai antara teknologi dan kemudahan paling penting pada hari ini. Semakin dekat kita dengan internet, semakin jauh kita dengan diri kita, dengan kewujudan kita, dengan manusia kita.

Facebook sebagai contohnya. Aristotle pernah berkata ‘Man is, by nature, a political animal’. Kita perlu bersosial dan juga berinteraksi. Tetapi dengan kedatangan internet, pemahaman dan konsep ‘bersosial’ dan ‘berinteraksi’ telah bertukar sama sekali. Sekiranya pada masa ‘bersosial’ dan ‘berinteraksi’digunakan dahulu adalah untuk menjelaskan perhubungan sesama manusia dan bagaimana percakapan dan pertuturan di sertai oleh gaya bahasa badan kita dan mirip wajah kita serta dengan perasaan gembira atau marah atau takut, sekarang sudah berbeza. Dalam paradigma internet semuanya berbeze sekali.

Dalam konteks aktivis mahasiswa, internet mendekatkan kita tetapi semakin menjauhi diri kita. Kalau dahulu aktivisma perlihatkan pertemuan mahasiswa secara berkumpul atau bertindak sambil perlihatkan gaya bercakap dan pergerakan demonstrasi, internet telah membantutkan kreativiti dan kebebasan mahasiswa. Sekarang mahasiswa dilontarkan ke dalam aktivisma internet dan demonstrasi internet yang semakin menghilangkan diri kita.

Kita tidak membentuk bahasa, bahasa yang membentuk diri kita, siapa kita. Kebergantungan kepada internet untuk mengerakkan aktivisma adalah bahaya, kerana pada akhirnya internet dan teknologi yang akan mendefinisikan identiti kita.

4 Responses

  1. welcome to postmodern world bro! hahaha.

    and of course forces of market triggered by the economic base of capitalistic mode of production is the culprit behind the disappearance of self which is the clear manifestation of the postmodern world that we are living now!

  2. and what makes u think that technology is any less socializing? it is just the progress of time. We are the advent children, socializing has evolved. Its well put together critic, but still people around the globe are socializing more then ever before, it no longer has to be physical interaction, the mind is manifested by the mass exchange of ideas, views, pictures, music. I personally have found life fulfilling with the dawn of the internet age, for i now reach corners that i could only dream of before.

  3. Postmodernism? Postmodernism is dead and obsolete. We are in a new paradigm of authority and knowledge formed under the pressure of new technologies and contemporary social forces. Postmodern philosophy emphasizes the elusiveness of meaning and knowledge. Its now a pseudo-modern world, so frightening and seemingly uncontrollable, inevitably feeds a desire to return to the infantile playing with toys which also characterizes the pseudo-modern cultural world. You click, you punch the keys, you are ‘involved’, engulfed, deciding. You are the text, there is no-one else, no ‘author’; there is nowhere else, no other time or place. You are free: you are the text: the text is superseded.

  4. woa… apekah…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: