Perlembagaan dan Kematangan Demokrasi

oleh hilmanidham,

a8040bcaded45408Negara hari ini berdepan pelbagai permasalahan dan konflik dalam politik tanah air khususnya arena pendemokrasian negara. Sudah hampir 52 tahun kita merdeka dengan garapan sistem kolonial yang tidak pernah berubah. Apa tidaknya, segala konstruksi masyarakat, politik dan ekonomi semuanya terangkum dalam satu kerangka yang begitu sukses dalam memasung minda dan pemikiran rakyat dan masyarakat. Ditambah pula dengan corak hegemoni pemerintah dan para politikus yang bijak mengekspolitasi keadaan dan semuanya atas kepentingan dan agenda masing-masing. Soalnya, mengapa sesudah sekian lama kita merdeka, konflik itu masih berlaku? Konflik politik sememangnya sesuatu yang alami dalam negara demokrasi. Namun setiap permasalahan perlu ada penyelesaiannya. Soal pendemokrasian yang berbangkit lantas negara ini yang dilabel sebagai pengamal quasi-demokrasi harus diteliti semula. Adakah negara ini benar-benar berada di atas landasan sistem demokrasi yang tulen dan apa signifikansi pengalaman politik kepada arena pendemokrasian negara?

Demokrasi yang terkenal dalam sejarah Amerika diberi oleh Abraham Lincoln yang banyak menggabungkan idea dengan Jefferson dalam perkembangan pemikiran politik Amerika. “Pemerintahan daripada rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat.” Istilah tulen pula datang hasil idea Herodotus yakni dari gabungan dua perkataan Greek iaitu Demos dan Kratia yang bermaksud; Rakyat dan Pemerintahan. Pemerintahan oleh rakyat adalah asas bagi terma dan konsep demokrasi. Namun, demokrasi yang sebenar perlu berasaskan beberapa pencirian; soal kuasa terakhir membuat keputusan, peluang yang adil, mengambil kira kepentingan semua, kemenangan bagi yang majoriti semuanya harus diambil kira. Konflik politik yang berlaku seringkali dijadikan alasan demokrasi tidak dapat diteruskan bagi mengekalkan kestabilan negara. Hal ini yang sama berlaku di negara ini tatkala reformasi 1998  beransur deras membawa gelombang demokrasi tulen. Letusan itu akhirnya gagal hasil alasan pemerintah lantas membunuh pendewasaan amalan berpolitik bagi mematangkan arena pendemokrasian.

Continue reading

Advertisements

Michael Jackson tribute


Its close to midnight and something evils lurking in the dark
Under the moonlight you see a sight that almost stops your heart
You try to scream but terror takes the sound before you make it
You start to freeze as horror looks you right between the eyes,
Youre paralyzed
Chorus
cause this is thriller, thriller night
And no ones gonna save you from the beast about strike
You know its thriller, thriller night
Youre fighting for your life inside a killer, thriller tonight
You hear the door slam and realize theres nowhere left to run
You feel the cold hand and wonder if youll ever see the sun
You close your eyes and hope that this is just imagination
But all the while you hear the creature creepin up behind
Youre out of time

cause this is thriller, thriller night
There aint no second chance against the thing with forty eyes
You know its thriller, thriller night
Youre fighting for your life inside of killer, thriller tonight

Continue reading

Menilai Perkongsian Kuasa di Malaysia

satu MalaysiaDemokrasi seakan satu kata wajib pada setiap negara. Hampir tidak ada satu rejim pun di dunia ini – baik di negara-negara kapitalis maupun komunis, maju maupun berkembang, timur mau pun barat, utara maupun selatan – yang enggan mencantumkan, baik eksplisit maupun implisit, kata ‘demokrasi’ pada sistem politik yang dianut negaranya . semenjak perkataan Greek ‘Demos’ (rakyat) dan Kratia (pemerintahan) dikonsepkan hingga saat ini sistem ini telah melalui banyak perubahan. Demokarsi bukan lembu suci yang tiada cacatnya, namun ia masih pilihan terbaik setakat ini (begitulah yang ramai percaya) hingga terbit kata– kata Vox populi, vox Dei!

Namun begitu, pratik demokrasi adalah berbeza. Contohnya ialah apabila rejim komunis yang memerintah Kemboja sekitar 1960-an hingga 1970-an yang diketuai oleh Pol Pot turut menamakan Negara Kemboja sebagai Negara Demokratik Kemboja walhal pemerintahannya bersistemkan autoritarian. Hal ini menggambarkan demokrasi sebagai system yang tidak dapat dielakkan dan diingini semua masyarakat. Hal ini juga digunakan oleh pemerintah untuk menunjukkan kononnya dasar pemerintahan mereka adalah berpandukan suara rakyat. Malaysia juga mengangkat demokrasi dan dalam kondisi masyarakat yang beragam ini, model demokrasi permuafakatan dilihat satu kaedah perkongsian kuasa yang terbaik. Malah Malaysia pernah (suatu ketika dulu) dijadikan contoh antara negara yang berjaya dalam hal ini. Apa yang dimaknakan dengan politik permuafakatan?

Continue reading

FREEDOM MUSIC FEST 2009

img003

UNTUK TIKET, SILA HUBUNGI

HARISZ : 013-3796019     HILMAN: 013-2507583

Manohara

“Saya menikah dengan kamu karena cinta, tapi jangan perlakukan kami sebagai propertimu. Jangan anggap orang Indonesia bisa dibeli.”

“Manohara minta untuk dihargai sebagai perempuan! Pernikahan model Manohara Odelia Pinot dan Tengku Temenggong Fakhry, menurut Daisy Fajarina (bonda Manohara) terjadi ketika anaknya masih berusia 16 tahun. Kenapa? Kerana keluarga mempertimbangkan baik – buruk yang boleh terjadi ketika mereka berkasih – kasihan.
Kekerasan dialami model Manohara Odelia Pinot, oleh suaminya, Tengku Muhammad Fakhry. Daisy Fajarina, punya bukti keterangan pemeriksaan yang dikeluarkan oleh Dr. Naek L. Tobing ketika manohara datang ke Jakarta melarikan diri dari suaminya. Manohara dipaksa melayani nafsu seks putera Kerajaan Kelantan itu walaupun semasa kedatangan haid.” Continue reading