Sejarah Gerakan Mahasiswa

Sejarah munculnya gerakan mahasiswa telah berkembang sejak didirikan Universiti Bologna Paris dan Oxford pada abad ke 12 dan ke 13. Gerakan mahasiswa sedunia mulai muncul ketika terjadi penyerangan oleh tentera Hitler terhadap pertemuan Mahasiswa sedunia pada tanggal 17 November 1939 di Praha Czechoslovakia. Akibat penyerbuan itu, sembilan pemimpin mahasiswa terbunuh dan Universiti Charles pun ditutup. Peristiwa tersebut membuat mahasiswa terkesan bukan hanya di Czechoslovakia, akan tetapi juga di seluruh dunia. Setelah kejadian ini, mahasiswa pun bangkit sebagai kelompok penentang, peristiwa 17 November ini dijadikan sebagai International Student Day.

Pada Mac 1945 di London diadakan pertemuan yang dihadiri 24 mahasiswa dari seluruh dunia. Pertemuan tersebut telah menghasikan satu kesimpulan untuk membentuk satu organisasi mahasiswa seluruh dunia yang dikenal dengan nama Federasi Mahasiswa Seluruh Dunia. Selanjutnya pada bulan November pertemuan ini dilanjutkan kembali juga di tempat yang sama selama 2 hari. Pertemuan ini dihadiri 150 orang mahasiswa dari 38 negara di dunia. Pada waktu yang sama juga telah lahir satu lembaga mahasiswa yang didominasi oleh kelompok komunis yang diberi nama “The World Federation Of Democratic Youth (WFDY). Kelahiran organisasi ini telah mempengaruhi pertemuan di London, dimana organisasi Federasi Mahasiswa mengambil sikap bersekutu dengan WFDY atau tidak. Di sinilah mulai terjadi perpecahan  organisasi mahasiswa dan hampir sahaja organisasi Federasi Mahasiswa ini dibubarkan. Namun satu tahun kemudian, tepat pada 17 November 1946 diadakan kembali pertemuan mahasiswa sedunia di Praha, Czechoslovakia. Dalam pertemuan inilah terbentuk organisasi mahasiswa sedunia secara rasmi yang diberi nama International Union Of Student (IUS).

Di kemudian hari, IUS mengalami perpecahan disebabkan oleh tiga faktor, pertama, IUS gagal melakukan protes terhadap Coup D’etat di Czechoslovakia pada Februari 1948. Sedangkan secara realiti mahasiswa menggerakkan gelombang demonstrasi menentang usaha Coup D’etat. Sebaliknya Komunis dengan bantuan tentera merah Uni Soviet menindas aksi-aksi mahasiswa tersebut. Kedua, kegiatan IUS bekerjasama dengan WFYD yang melaksanakan kongres di Calcutta India pada tahun 1948. Ternyata kongres tersebut dijadikan alasan oleh pihak Komunis untuk melakukan Coup D’etat di Asia seperti Burma, Malaysia, Filipina dan Indonesia. Faktor ketiga adalah IUS tidak mampu melakukan protes terhadap pemberontakan Parti Komunis Indonesia (PKI) di Madiun pada tanggal 18 September 1948. Selanjutnya perselisihan semakin hebat dari tahun ke tahun hingga menyebabkan perpecahan dalam badan gerakan mahasiswa. Namun begitu, perang Korea meletus, IUS melaksanakan kongres kedua di Praha pada 22 Jun 1950. Para mahasiswa dari negara Barat mengambil sikap menentang, mereka yang terdiri daripada 21 wakil National Union Of Student mengadakan pertemuan di Stockholm Swedia. Dalam pertemuan itulah mereka kemudiannya melahirkan The International Student Conference (ISC).

Organisasi mahasiswa terpecah kepada dua, satu bernama IUS yang berpusat di Praha, Czechoslovakia, sedangkan satu lagi bernama ISC yang berpusat di Leiden, Belanda. Perpecahan dalam badan organisasi mahasiswa ini merupakan cerminan terhadap perpecahan politik dunia, dimana terjadi persaingan dan gesekan antara dua blok raksasa dunia iaitu Uni Soviet versus Amerika syarikat yang terkenal dengan perang dingin. Akibat perpecahan di badan organisasi mahasiswa, gerakan-gerakan mahasiswa lebih banyak menyusup dalam gerakan-gerakan di peringkat nasional. Seperti Revolusi di Hungary pada 23 Oktober 1956, mereka menuntut agar para dosen yang menganut aliran Stalinist dipecat dari Universiti. Mahasiswa dan rakyat bersatu padu dalam gerakan tersebut, mereka menyerukan suara kemerdekaan dengan slogan ‘kami ingikan kebebasan dan tentera Uni Soviet harus segera meninggalkan Hungary’. Gerakan tersebut dihadiri oleh 100 000 mahasiswa. Gerakan ini disambut oleh tentera beruang merah dengan mengerahkan kereta kebal-kereta kebal, panser dan pesawat tempur.

Walaupun gerakan tersebut dilayan dengan kekerasan, namun semangat perjuangan mahasiswa tidak pernah mundur, malah mahasiswa terus bersemangat untuk memperjuangkan sistem politik, kebebasan, demokrasi, keadilan, dan penghargaan terhadap martabat manusia. Gerakan demi gerakan terus dilakukan oleh mereka seperti di Lisbon, Portugis 1 Februari 1965. Mahasiswa menuntut demokrastisasi dan perbaikan sistem pendidikan serta kebebasan di Universiti. Demikian juga gerakan di negara-negara lain baik di Perancis, Polandia, Belgium, Belanda, Inggeris, Afrika, Morroco, Libya, Iran, Iraq, Sudan, Kenya, Turki, Nepal, Korea Selatan, Filipina dan Indonesia. Mahasiswa tetap menjadi tonggak politik untuk melakukan segala perubahan di seluruh dunia.

Bacaan lanjut; Pergolakan Mahasiswa Abad Ke20,

Kisah Perjuangan Anak – anak Muda Pemberang, karya Yozar Anwar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: