Posted on November 20, 2009 by The Desperado
I was chatting with a friend quite recently and i mentioned that i know a very interesting person, who has been in exile, made movies, helped Iranians to topple the Shah, faced the Mumbai police , survived the Lebanon civil war in Beirut, ate chapaties with the Pakistani’s in Karachi and Durians with the Pakcik [...]
Filed under: Artikel, Politik, Sosial, Tokoh | Tagged: Isham, Janggut, Tukar Tiub | 2 Comments »
Posted on November 20, 2009 by The Desperado
Hello people!!! Its the holidays season i presume, most of you guys back in your home town? Well happy holidays. Today i am bringing about a review on a quite interesting artist, Lily Rose Beatrice Allen a.k.a Lily Allen (born 2 May 1985) this British lass who churns out shockingly frank songs. Also interesting is [...]
Filed under: Artikel, Global, Music, Sosial, Tokoh | Tagged: Lily Ellen, Ska, Social Activist | 1 Comment »
Posted on November 18, 2009 by Diskopi Admin
The May 18 Memorial Foundation was founded by Gwangju citizens, sympathetic Koreans overseas and individuals who believe it’s important to keep the ideas and memories of the 1980 May 18 Gwangju Democratic Uprising alive. Please visit http://518.org/eng for more details about the foundation work.
Filed under: Uncategorized | Leave a Comment »
Posted on November 14, 2009 by Aqil Fithri
Bila kita bercakap tentang Iran dan Jürgen Habermas, kita harus memanggil beberapa sejarah.
Sejarah pertama, tradisi intelektual moden Iran. Dalam sejarahnya, Iran tak seperti nengara muslim yang lain, mereka telah mengalami benturan intelektual yang sekian lama, dan lebih hangat. Ini dapat dilihat dari sosok seperti Jamaluddin al-Afghani, Jalal al-e Ahmad, Sadegh Hedayat, Ahmad Khasravi, Mehdi Bazargan, dll. Dari mereka ini, wacana antara tradisi dan modeniti, antara konservatif dan liberal, telah berantaian demikian lamanya.
Filed under: Artikel | Tagged: Falsafah, habermas, iran | Leave a Comment »
Posted on November 13, 2009 by vanguard
I have been running all my life,
Running from dreams,
Avoiding hopes,
Escaping from the future,
Hiding from the present
Lost in history,
Filed under: Uncategorized | 3 Comments »
Posted on November 5, 2009 by vanguard
Bagaimana sesuatu fenomena harus ditakrifkan? Atau difahami? Semua fenomena membawa pemahaman tertentu. Sekiranya gambar di atas diperhatikan, secara keseluruhannya apa yang dapat difahami adalah proses modernisasi dan perkembangan masyarakat manusia. Gambar tersebut memerangkap keadaan semasa sesuatu tempat dan masa, ruang dan waktu. Pemerangkapan sesuatu fenomena yang terdapat dalam gambar tesebut menyedarkan kita tentang keadaan-semasa, dan [...]
Filed under: Uncategorized | 3 Comments »
Posted on November 5, 2009 by Diskopi Admin
Kebelakangan ini Diskopi menerima hit yang mencecah 5000 pengungjung sehari, dan artikel yang menjadi tumpuan orang ramai adalah artikel Profesor UKM Tidak Bermutu! (mengapa agaknya?) . Ada juga pembaca yang menghantar nota-nota mengugut penulis-penulis Diskopi berhubung artikel berkenaan. Ada juga yang mendesak artikel berkenaan diturunkan. Di sini Geng Diskopi mengambil kesempatan untuk menjelaskan bahawa Diskopi [...]
Filed under: Uncategorized | 7 Comments »
Posted on November 5, 2009 by Aqil Fithri
Di sini saya tak mahu berbicara tentang polemik, atau tentang narasi-narasi kecil. Kita tak mahu terperangkap, sepertimana pascamodenisme. Persoalan Maza (Dr. Mohd Asri Zainul Abidin) atau anti-Maza (anti-Dr. Mohd. Asri Zainul Abidin), itu adalah narasi kecil, dan hal yang sungguh remeh-temeh.Tentu ada yang lebih tinggi dari itu, atau lebih awal dari itu—iaitu berbicara tentang jalan [...]
Filed under: Artikel, Nasional, Pandangan, Politik, Sosial, Tokoh | Tagged: Dr. Mohd. Asri Zainul Abidin, Tangkapan Dr. Mohd. Asri zainul Abidin | 2 Comments »
Posted on November 4, 2009 by Aqil Fithri
Schopenhauer (1788-1860) adalah anak tuan tanah, di kota Danzig. Tentu, keluarganya kaya-raya. Ayahnya memang ingin Schopenhauer menjadi sepertinya. Menjadi saudagar besar. Punya harta, punya keselesaan. Hidup damai. Tenteram. Memang, mula-mula Schopenhauer cuba menuruti kehendak ayahnya ini, meski Schopenhauer tak senang dengan kehendak tersebut. Lebih-lebih lagi, Schopenhauer merasakan kesaudagaran bukan tempat baginya. Namun, saatnya ayahnya meninggal, Schopenhauer merasa terpukul sekali, kerana ayahnya tetap saja merupakan kechentaan besar baginya.
Filed under: Artikel | Tagged: Falsafah, Jerman, Schopenhauer | Leave a Comment »
Posted on November 3, 2009 by Tuju Malbaru
Ini minah memang mantap! Kalau mengerang gerenti tangkap stim abis! Tapi ngerang yang aku maksudkan itu ngerang yang bermelodi, ngerang yang berirama, ngerang yang lenggok bunyinya bisa menyetimkan halwa telinga. Stim aku dengar ini suara. Dan sekali lagi bukan simbol kelakian aku yang terletak di celah kedua belah peha aku itu yang stim. Tapi yang [...]
Filed under: Artikel, Budaya, Music, Pandangan, Sastera, Seni, Sosial, Tokoh | Tagged: Kantoi, Zee Avi | 7 Comments »